Selasa, 05 Desember 2017

The SIDE EFECT of Word "TAPI"

Kekuatan Kata Tapi Saat Anda menemukan sebuah peluang hebat, ada sebuah kakuatan dalam diri Anda yang menghentikan Anda untuk menangkap peluang tersebut.

Ya, kekuatan yang berlawanan arah, kekuatan yang menghambat diri Anda untuk bertindak. Itu adalah kekuatan yang muncul karena Anda mengatakan satu kata, hanya empat huruf, bahkan hanya tiga huruf dalam bahasa Inggris, yaitu BUT.

Mungkin Anda pernah berkata (mungkin dalam hati)

Sebenarnya peluang ini sangat bagus, tapi saya belum siap untuk memulainya. Lebih baik saya menunggu sampai kondisi saya siap.

Yah, tapi….

Kata tapi adalah salah satu kata yang memiliki kekuatan besar untuk menghentikan Anda.

Tapi adalah kata negasi, dimana selalu memberikan lawan dari pernyataan sebelumnya. Peluang bagus adalah hal positif, setelah ditambahkan kata tapi, adalah hal yang negatif, yang menghentikan Anda. Biasanya, alasan apa pun yang keluar setelah kata tapi hanyalah alasan untuk menghentikan kemajuan Anda.

Tapi, aku cuma bocah.
Tapi aku tidak terkenal.
Tapi, aku bukan lulusan universitas.
Tapi, aku tidak punya pengalaman.
Tapi, aku tidak punya cukup uang.
Tapi aku terlalu sibuk.
Tapi, aku tidak cukup cantik.
Tapi, terlalu banyak persaingan,
Tapi, sudah ada yang melakukannya.
Tapi, bosku tidak setuju denganku.
Tapi, ekonomi sedang buruk.
Tapi, ini sangat sulit.
Tapi, aku terlalu tua.
Tapi, aku tidak punya pengalaman MLM
Tapi, aku masih ragu
Tapi, ini sudah terlambat.

Berhenti mendengarkannya! Sebelum terlambat.

Perhatikan juga kata – kata spt ini yang mungkin dalam keseharian anda sering terlontarkan walaupun dalam hati.

…iya sichhh….
…ngga juga kayaknya…
…gimana yaaaa….
…sepertinya iya tapi….
…semestinya sih begitu tapi……..

Ingat itu adalah kumpulan kata-kata dengan REM CAKRAM YANG KUAT, yang bisa menghentikan niat anda untuk melangkah sukses.

Bagaimana dengan Anda, masih menggunakan kata tapi terhadap sesuatu yang positif? Berhentilah, membudayakannya dalam keseharian anda.

Kata tapi memiliki kekuatan negasi, bisakah digunakan untuk membangkitkan kekuatan positif? Tentu saja bisa, Anda bisa menggunakan kata tapi untuk hal negatif agar berubah menjadi positif.

Inilah yang dipegang oleh para juara:

Meski pun saya sudah capek berlatih, tapi saya terus berlatih untuk hasil maksimal.

Meski pun bisnis ini sudah banyak yang menjalankan, tapi saya akan membuat perbedaan.

Meski pun banyak yang menghujat saya, tapi saya tetap berdakwah karena dakwah saya karena Allah.

Meski pun saya sudah tua, tapi saya masih memiliki semangat.

Meski pun sudah terlambat,  tapi tetap saya lakukan daripada tidak.

Meski pun ini sulit,  tapi saya akan berusaha melakukannya.

Anda lihat kekuatannya?

Ya, kata tapi sebenarnya netral-netral saja, bagaimana Anda menggunakan kata tapi itu, apakah untuk menghentikan diri sendiri atau justru untuk memberdayakan Anda.

Sekarang, coba renungkan berbagai tujuan yang belum Anda capai. Pastinya ada seuatu yang menghentikan.

Cobalah selidiki apa yang ada dihati Anda, mulailah dengan mendengarkan kembali kapan Anda menggunakan kata tapi yang menghentikan Anda. Setelah cobalah ganti penggunaan kata tapi itu sebagai kekuatan yang memberdayakan Anda.

Kesempatan terakhir di tahun ini, meskipun saya sibuk tapi saya tidak ingin melewatkan kesempatan mengikutinya

Salam semangat bermanfaat

Senin, 20 November 2017

Adan-Adan Panak Beburon

Puniki wantah pupulan adan-adan panak beburon:

1. Panak Siap
Panak siap madan pitik.


2. Panak Bebek
Panak bébék madan memeri / meri.

3. Panak Sampi
Panak sampi madan godél

4. Panak Cicing
Panak cicing madan konyong / kuluk

5. Panak bangkung / Babi
Panak bangkung madan kucit

6. Panak Jaran
Panak jaran madan bebedag.

7. Panak Penyu
 Panak penyu madan tukik.

8. Panak Kekua
Panak kekua madan boko.

9. Panak Udang
Panak udang madan kretes/testes.

10. Panak Yuyu
Panak yuyu madan kreket.

11. Panak Kambing
Panak Kambing madan wiwi.

12. Panak Bikul
Panak bikul madan nyingnying.

13. Panak Bojog
Panak bojog madan apa.

14. Panak Meong
Panak méong madan tai.

15. Panak Katak
Panak katak madan becing-becing.

16. Panak Kakul
Panak kakul madan pici-pici.

17. Panak Jelema/Manusa
Panak jelema madan raré.

18. Panak Kebo
Panak kebo madan bedigal.

19. Panak Capung
Panak Capung madan Blauk

Suksma, dumogi bermanfaat

Minggu, 12 November 2017

TERJEBAK DALAM TUBUH BERBEDA

"Apa salah Karmaku, ya Tuhan? Hingga harus kuterima keadaan ini. Berada dalam tubuh lelaki namun seakan Jiwaku sepenuhnya wanita."

Terdengar keluh setengah berbisik dari balik dinding bambu. Seseorang sedang merenungi perjalanan hidupnya yang terasa tidak mudah dilalui.

Hembusan angin lembut menyelinap di antara daun jendela, seakan Ibu Semesta membelainya penuh kasih sayang.

"Nak, setiap Jiwa di kehidupan ini dimasukkan ke dalam permainan dualitas rasa maskulin dan feminim. Sebuah Jiwa mesti mengalami pembelajaran untuk mengenal kedua bagian dari dualitas diri semesta-Nya itu."

"Di awal, saat Jiwa itu membelah menjadi dualitas maskulin-feminim, di situ ia belajar dalam tubuh maskulin dan feminim untuk merasakan pengalaman langsung di dalamnya."

"Setiap Jiwa memerlukan banyak kehidupan untuk sungguh-sungguh memahami sisi maskulin diri semesta-Nya. Juga memerlukan banyak kehidupan untuk memahami sisi feminim diri-Nya."

"Lalu Sang Jiwa akan belajar menyatukan kembali kedua sisi diri-Nya itu lewat proses pembelajaran penyatuan, untuk saling memahami satu sama lain sisi dirinya.  Di sinilah mulai terjadi tantangan dan pembelajarannya, Nak."

"Seringkali sebagai Jiwa dalam tubuh maskulinnya, ia sulit belajar memahami dan menyatu dengan sisi feminim dirinya. Maka pertengkaran demi pertengkaran terjadi dalam sejumlah kehidupan. Pasangan Jiwa itu tak mampu memahami sisi lain dirinya sendiri dalam tubuh yang berbeda jenis."

"Maka akan tiba suatu saat Sang Jiwa mesti berada dalam tubuh maskulin namun memainkan sisi feminimnya, atau sebaliknya berada dalam tubuh feminim untuk memainkan sifat maskulin Jiwanya. Semua ini agar Sang Jiwa lebih mudah mengerti pelajaran dirinya dan mudah empati pada sisi lain dirinya."

"Kenalilah sisi lain dirimu sebagai Jiwa, Nak, sebelum kehidupan mesti menempatkanmu pada tubuh yang berbeda dengan sifat yang sedang kau pelajari.
Tak ada yg salah, ini hanya proses pembelajaran bagi belahan Jiwa untuk menyatu.

RENUNGAN PENUH MAKNA

JIKA sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur akan berakhir.                              
TETAPI, jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir, dan hal-hal besar selalu dimulai dari dalam.

ALLAH tidak pernah menjanjikan:
•Langit itu selalu biru,
•Bunga selalu mekar, dan
•Mentari selalu bersinar.

Tapi ketahuilah bahwa ALLAH selalu memberi:
Pelangi di setiap badai,
Senyum di setiap air mata,
Hikmah di setiap cobaan,
Jawaban di setiap doa, dan
Jangan pernah menyerah sahabat.

“Life is so beautiful.”

👉Jika hidup bukanlah suatu tujuan melainkan perjalanan, nikmatilah.
👉Jika hidup adalah tantangan, hadapilah.
👉Jika hidup adalah anugerah, terimalah.
👉Jika hidup adalah tugas, selesaikanlah.
👉Jika hidup adalah cita-cita, capailah.
👉Jika hidup adalah misteri, singkapkanlah.
👉Jika hidup adalah kesempatan, ambillah.
👉Jika hidup adalah lagu, nyanyikanlah.
👉Jika hidup adalah janji, penuhilah.
👉Jika hidup adalah keindahan, bersyukurlah.
👉Jika hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.

😍Satu hal yang membuat kita bahagia adalah CINTA.
👨Satu hal yang membuat kita bertambah dewasa adalah MASALAH.
😭Satu hal yang membuat kita hancur adalah PUTUS-ASA.
☝Satu hal yang membuat kita maju adalah USAHA.
☝Satu hal yang membuat kita kuat adalah DOA.    
       
Semoga bermanfaat buat kita semua...

Salam sukses untuk kita semua🙏🙏

Selasa, 31 Oktober 2017

PHDI Bali: Galungan Momentum untuk Mengevaluasi Diri

Denpasar (Antara Bali) - Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan Hari Suci Galungan merupakan momentum bagi umat Hindu untuk memusatkan pikiran dan mengevaluasi diri.

"Galungan mempunyai makna yang mendalam bagi umat Hindu, karena dalam rangkaian persiapan Galungan, tidak hanya diperlukan persiapan fisik, tetapi juga batin," kata Sudiana, di Denpasar, Rabu.

Umat Hindu pada Rabu (1/11) merayakan Hari Suci Galungan yang jatuh setiap 210 hari sekali. Dalam merayakannya, umat Hindu akan bersembahyang ke sejumlah tempat suci mulai dari lingkungan keluarga hingga pura di kawasan desa (Pura Kahyangan Tiga), serta berbagai pura lainnya dalam skup yang lebih luas.

"Umat, kami rasa sudah mulai memahami makna Galungan, sehingga tidak hanya terjebak dalam pelaksanaan seremonial ritual. Namun, kami akan terus berupaya untuk memperdalam pemahaman umat," ucapnya yang juga Rektor Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar itu.

Sudiana menambahkan rangkaian Galungan sejatinya sudah dimulai dari saat Tumpek Wariga yakni 25 hari sebelum Galungan. Tumpek Wariga mengingatkan umat Hindu untuk memelihara alam dengan baik, sehingga pohon-pohon dapat berbuah dengan lebat untuk digunakan sesajen saat Galungan.

Rangkaian selanjutnya adalah Hari Sugihan Jawa (H-6 Galungan) sebagai simbolis pembersihan alam semesta. Sedangkan Sugihan Bali (H-5 Galungan), diharapkan agar umat Hindu berkontemplasi dan melihat diri ke dalam, sebagai bentuk persiapan diri menghadapi persembahyangan Galungan.

"Sementara itu, tiga hari sebelum Galungan diyakini sebagai waktu turunnya Bhuta Kala Tiga atau tiga kekuatan yang datang ke dunia untuk mengganggu umat manusia yakni Kala Dungulan, Kala Amangkurat, dan Kala Galungan," ujarnya.

Oleh karena itu pada hari Minggu (H-3 Galungan) yang di Bali dikenal dengan Hari Panyekeban, umat Hindu semestinya mematangkan diri agar kuat melawan hawa nafsu. 

Pada Penyajaan (H-2 Galungan) mengingatkan umat agar menang dalam menghadapi musuh-musuh dalam diri. Sedangkan saat Penampahan (H-1 Galungan), bermakna bahwa umat sudah siap untuk menyambut Galungan.

Jadi, ketika umat bisa melawan godaan hawa nafsu, kekuasaan, kesombongan dan egoisme, maka telah menang melawan sifat-sifat adharma (sifat buruk), kata Sudiana.

Galungan, ujar Sudiana, menjadi perlambang dan momentum bahwa manusia bisa melawan musuh-musuhnya, baik musuh dalam diri dan di luar diri. Dalam diri itu diantaranya hawa nafsu, kebencian, kemabukan dan kebingungan. Sedangkan musuh luar diri adalah kemiskinan, kebodohan, penyakit dan sebagainya. (WDY)
Editor: I Gusti Bagus Widyantara

Senin, 30 Oktober 2017

Stress Management

Pada saat kuliah tentang Manajemen Stress, *Stephen Covey* mengangkat segelas air dgn tangan kanan yg lurus ke depan, dan bertanya kepada para siswanya.
"Seberapa berat menurut anda, kira-kira segelas air ini...?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gram sampai 500 gram.
*"Ini bukanlah masalah berat absolutnya. Tapi tergantung berapa lama anda memegangnya..."* kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit... tidak ada masalah..."
"Jika saya memegangnya selama 1 jam... lengan kanan saya akan sakit..."
"Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh... mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya ..."
"Beratnya sebenarnya sama ... tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat..."
*"Demikianlah jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi..."*
"Beban itu akan meningkat beratnya..." lanjut Covey.
*”Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut...*
Istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi..."
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih
segar dan mampu membawanya lagi..
*"Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan se-hari2... tinggalkan beban pekerjaan ..."*
*Jangan bawa pulang ... beban itu dapat diambil lagi besok..."*
"Apapun beban yang ada di pundak anda hari Ini, coba tinggalkan sejenak... bawalah dlm doa... dan beban itu akan menjadi lebih ringan".
*"Hidup ini singkat.. Jadi cobalah menikmatinya dan  memanfaatkannya !!!"*
Bukan malah menumpuk beban...
*_Indahnya berbagi -_* *_SEMOGA BERMANFAAT_*.

Selasa, 15 Agustus 2017

Lirik Lagu Tanah Airku

Lirik lagu "Tanah Airku" ciptaan Ibu Sud. Single lainnya dari Ibu Sud diantaranya; Teguh Kukuh Berlapis Baja, Selamat Datang Pahlawan Muda, Terima Kasih Kepada Pahlawanku, Di Timur Matahari, Maju Tak Gentar.


Lirik Lagu Tanah Airku

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Semoga bermanfaat