Rabu, 09 Maret 2016

Sejarah Pura Dalem Balingkang

Hari ini adalah Hari Ngembak Geni, hari pertama Tahun Saka 1938. Hari ini kita bersama-sama keluarga Besar Koperasi Bakti Purnama Sari mengadakan Tirta Yatra ke Pura Dalem Balingkang. Pemedek yang tangkil naik bis sebanyak 8 bis dan 3 mobil pribadi. Jadi totalnya sekitar 150 orang.
Okey sebelum kita tangkil ke Pura Dalem Balingkang ada baiknya kita mengenal lebih dekat dengan sejarah Pura Dalem Balingkang.

Sejarah Pura Dalem Balingkang:
Pura Dalem Balingkang berdiri megah pada lahan seluas 15 hektar di wilayah Desa Pakraman Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Untuk menuju Pura Dalem Balingkang, harus turun dari Pura Pucak Penulisan menuju Banjar Paketan di Desa Pakraman Sukawana. Dari Banjar Paketan menuruni jalan berliku dengan panorama indah deretan gunung Batur, gunung Abang, dan gunung Agung menuju Pura Dalem Balingkang. Pura Pucak Penulisan merupakan hulunya Pura Dalem Balingkang, karena Pura Dalem Balingkang tepat menghadap ke Pura Pucak Penulisan. Pura Dalem Balingkang seolah-olah dikelilingi oleh tembok yang terdiri dari bubungan berupa perbukitan yang melingkari kawah gunung Batur terletak di sebelah timur, barat, utara dan selatan. Di samping itu juga dikelilingi oleh sungai Melilit yang merupakan sumber mata air bagi masyarakat sekitarnya. Pura Dalem Balingkang terletak di sebelah barat kurang lebih 2,5 kilometer dari pemukiaman atau perumahan masyarakat Desa Pakraman Pinggan. Sejarah Pura Dalem Balingkang akan dibahas dari beberapa sudut pandang, diantaranya : 1) Berdasarkan Purana Pura Dalem Balingkang tahun 2009, 2) Berdasarkan mitos masyarakat di sekitar Pura Dalem Balingkang, dan 3) Berdasarkan Kekawin Barong Landung.
Purana Pura Dalem Balingkang (2009)
Purana Pura Dalem Balingkang menyebutkan bahwa maharaja Sri Haji Jayapangus beristana di gunung Panarajon. Pada masa pemerintahannya maharaja Sri Haji Jayapangus didampingi oleh permaisuri beliau yang bergelar Sri Parameswari Induja Ketana. Beliau Sri Parameswari Induja Ketana disebut sebagai putri utama yang sangat bijak. Beliau berasal dari danau Batur yang merupakan keturunan Bali Mula atau Bali asli. Pada masa pemerintahan waktu itu yang menjabat sebagai Senapati Kuturan adalah Mpu Nirjamna. Beliau mempunyai dua orang penasehat yang bergelar Mpu Siwa Gandhu dan Mpu Lim. Mpu Lim mempunyai dayang berwajah cantik bernama Kang Cing We, putri dari I Subandar yang memperistri Jangir yaitu wanita Bali.
Setelah lama Kang Cing We menjadi dayang Mpu Lim, ada keinginan beliau Sri Haji Jayapangus untuk memperistri Kang Cing We sekaligus diupacarai. Oleh karena demikian keinginan beliau, segaralah beliau Mpu Siwa Gandhu menghadap dan memberikan saran kepada baginda raja. Bahwa kehendak baginda raja memperistri putri I Subandar yaitu Kang Cing We tidak tepat, karena baginda raja beragama Hindu sedangkan Kang Cing We beragama Buddha. Namum, nasehat Sang Dwija tidak diindahkan oleh baginda raja. Marahlah baginda raja kepada Bhagawantanya, oleh karena demikian Mpu Siwa Gandu tidak lagi menjadi penasehat di kerajaan Panarajon. Segeralah baginda melangsungkan upacara pernikahan, yang disaksikan oleh para rohaniawan dari agama Hindu maupun agama Buddha, para pejabat seperti sang pamegat, para pejabat desa, dan para karaman. Setelah beberapa lama upacara pernikahan berlalu, I Subandar mempersembahkan dua keping uang kepeng atau pis bolong untuk bekal putrinya mengabdi kepada baginda raja. Selanjutnya dikemudian hari agar baginda raja menganugrahkan dua keping uang kepeng atau pis bolong tersebut kepada rakyat beliau yang ada di seluruh pulau Bali. Sebagai sarana  upacara yajña atau kurban sampai dikemudian hari.
Bedasarkan kesepakatan Sri Haji Jayapangus dengan Kang Cing We teersebut, marahlah Mpu Siwa Gandhu terhadap sikap baginda raja. Beliau Mpu Śiwa Gandhu melaksanakan tapa brata memohon anugerah kepada para dewa agar terjadi angin ribut dan hujan lebat selama satu bulan tujuh hari. Karena memang benar-benar khusuk Mpu Siwa Gandhu melaksanakan tapa brata, maka benarlah terjadi angin puting beliung dan hujan lebat. Musnahlah keraton Sri Haji Jayapangus di Panarajon. Beliau Sri Haji Jayapangus diiringi oleh sisa-sisa abdinya mengungsi ke tengah hutan, yakni ke wilayah Desa Jong Les. Di sana beliau dengan cepat merabas semak belukar dan hutan lebat, juga dilengkapi dengan upacara dan upakara yajña.
Bangunan suci kerajaan baginda raja sekarang bemama Pura Dalem Balingkang. Kata “Dalem” diambil dari kata tempat itu yang disebut Kuta Dalem Jong Les. Adapun kata Balingkang diambil dari kata “Bali”, yaitu baginda raja  sebagai menguasa jagat Bali Dwipa. Kata “Kang” sebenarnya diambil dari nama istri beliau yang bernama Kang Cing We. Ada lagi disebutkan, pada saat baginda raja mengungsi dari Panarajon ke tengah hutan disebut Kuta Dalem. Di sana beliau berhasil memusatkan pikiran beliau sampai ke pikiran paling dalam atau daleming cita memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Beliau berhasil membangun keraton dan tempat suci di Kuta Dalem. Setelah beliau memerintah di Balingkang kembali sejahteralah seluruh kerajaan Bali Dwipa. Lebih-lebih setelah didampingi oleh kedua permaisuri beliau yang selalu duduk di kiri-kanan singasana beliau. Adapun yang mendampingi atau mengabih di kanan bergelar Sri Prameswari Induja ketana, dan di kiri bergelar Sri Mahadewi Sasangkaja Cihna atau Kang Cing We. Serta para pejabat kerajaan  dan para abdi atau rakyat beliau semuanya.
Berdasarkan Mitos Masyarakat di Sekitar Pura Dalem Balingkang
Berdasarkan mitos yang berkembang pada masyarakat di sekitar Pura Dalem Balingkang. Diceritakan bahwa pada jaman dahulu ada seorang raja yang bernama Sri Jayapangus. Beliau beristana di bukit Panarajon, serta keraton beliau di Kuta Dalem. Mulanya saat beliau memerintah di Panarajon beliau mempunyai seorang permaisuri bernama Dewi Mandul atau seorang permaisuri yang tidak bisa melahirkan. Sri Jayapangus berkeinginan mempunyai seorang putra untuk meneruskan tahta atau kedudukannya di Panarajon. Namun, keinginan beliau tidak terkabulkan berhubung permaisuri tidak dapat melahirkan seorang putra. Suatu ketika beliau berjalan-jalan di Pasar Kuta Dalem, beliau bertemu dengan seorang wanita yang berwajah cantik yang merupakan putri saudagar dari Cina. Karena melihat kecantikan putri tersebut, maka ada keinginan beliau untuk mengawininya secara diam-diam. Tanpa melalui upacara yang disaksikan oleh para pejabat kerajaan, maupun tanpa sepengetahuan permaisuri beliau yaitu Dewi Mandul. Perkawinan secara diam-diam Sri Jayapangus dengan putri Cina tersebut diketahui oleh Bhatara Śiwa. Akhirnya Bhatara Śiwa mengusir Sri Jayapangus dari Panarajon karena kesalahan beliau melakukan perkawinan tanpa upacara yajña, yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang raja.
Sri Jayapangus yang diiringi oleh kedua permaisurinya menuruni bukit Panarajon, menelusuri hutan menuju arah timur laut pada saat hujan deras dan angin puting beliung. Beliau tanpa mengenal lelah terus melanjutkan perjalanan menuruni perbukitan, dan akhirnya sampai disuatu tempat yang bernama Gunung Lebih. Di sana beliau beristirahat dan melakukan pemujaan terhadap para dewa, memohon petunjuk serta memohon perlindungan-Nya. Ketika melakukan pemujaan beliau mendapat sabda atau pawisik dari para dewa agar terus melanjutkan perjalanan sampai hujan dan angin reda. Apabila hujan dan angin mulai reda, maka di sanalah beliau diperintahkan untuk memasang suatu tanda dan membangun sebuah keraton. Pada saat beliau turun dari bukit Panarajon dikenal dengan istilah Kuta Dalem Jong Les.
Mengingat sabda atau pawisik dari para dewa tersebut, beliau terus melanjutkan perjalanan menuruni bukit Panarajon yang diiringi oleh kedua permaisurinya. Akhirnya beliau sampai disuatu tempat yang bernama Dharma Anyar, yaitu tempat pertapaan bagi orang suci baik Mpu, Maha Rsi, atau yang lainnya. Setibanya beliau di Dharma Anyar hujan dan angin mulai reda,  akhirnya di Dharma Anyar beliau membangun keraton yang dikenal dengan nama Balingkang. Di sana beliau kembali menata kerajaan seperti dahulu di Panarajon. Serta didampingi oleh para Senapati Kuturan, pejabat kerajaan, dan kedua permaisurinya.
Pernikahan Sri Jayapangus dengan putri Cina yang disebut-sebut Dewi Danuh, melahirkan seorang putra yang bernama Mayadanawa. Mayadanawa dikenal dengan gelar Dalem Bedahulu yang beristana di Pejeng. Beliau berhasil dikalahkan oleh Gajah Mada dari kerajaan Majapahit. Lama-kelamaan bekas keraton Sri Jayapangus di Balingkang dijadikan tempat pemujaan atau tempat suci untuk memuja Sri Jayapangus dan kedua permaisurinya yang telah disucikan melalui upacara yajña. Hingga sampai sekarang dikenal dengan nama Pura Dalem Balingkang.
Berdasarkan Kekawin (geguritan) Barong Landung
Keberadaan Pura Dalem Balingkang juga termuat dalam Geguritan Barong Landung yang ditulis oleh I Nyoman Suprapta (dalam tesis Juta Ningrat, 2010), sebagai berikut :
Diceritakan seorang raja yang tersohor, bijaksana dan banyak menulis prasasti-prasasti yang memuat tentang pelaksanaan upacara keagamaan, beliau bernama Sri Haji Jayapangus tempat kerajaan beliau di Bukit Panarajon. Dalam pemerintahanya didampingi oleh seorang permaisuri yang bernama Dewi Danuh putri dari keturunan Bali Mula. Kelama-kelamaan datanglah seorang pedagang dari negeri Cina yang bernama Dewi Ayu Subandar bersama seorang putri cantik berkulit putih dan bermata sipit yang dikenal dengan nama Kang Cing We. Kang Cing We kemudian diangkat menjadi pelayan Mpu Lim. Karena Kang Cing We sering berada di keraton dan memiliki wajah yang sangat cantik, terpikatlah hati sang raja untuk memperistrinya. Dengan demikian sang raja mengumumkan kepada penggawa kerajaan dan rakyatnya untuk mempersiapkan upacara perkawinan. Mendengar kabar sedemikian rupa, maka menghadaplah salah satu Bhagawanta raja yakni Mpu Siwa Gandu. Sang Bhagawanta raja menyarankan sang raja untuk tidak mengawini Kang Cing We, karena raja tidak boleh memiliki dua permaisuri selain itu pula  Kang Cing We beragama Buddha sedangkan Sri Haji Jayapangus beragama Śiwa atau Hindu. Sang raja tidak mendengarkan nasehat sang Bhagawanta raja dan tetap besikukuh untuk mengawini Kang Cing We. Sehingga terselenggaralah upacara perkawinan tersebut. Karena Sang Bhagawanta merasa sarannya tidak diindahkan oleh Jayapangus, maka marahlah Sang Bhagawanta dan melaksanakan tapa brata menciptakan bencana, hujan lebat, gempa dan bencana lainya sehingga hancurlah kerajaan beliau. Dengan kehancuran kerajaan beliau, maka dipindahkanlah kerajaannya ke Jong Les atau Dalem Balingkang. Perkawinannya dengan Dewi Danuh memiliki seorang  putra yang bernama Mayadenawa dan diangkat menjadi raja di Bedahulu. Sedangkan perkawinanya dengan Kang Cing We tidak mempunyai keturunan. Karena lama tidak mempunyai keturunan untuk melanjutkan pemerintahanya di Dalem Balingkang. Sedangkan Dewi Danuh sudah moksa, maka sang raja meminta ijin kepada Kang Cing untuk bertapa di puncak gunung Batur. Seraya memohon anugrah agar dikaruniai seorang putra. Sesampainya di puncak gunung bertemulah dengan seorang putri yang sangat cantik, sehingga jatuh cintalah Sang raja terhadap waita tersebut. Lama sang raja tidak mengirim kabar ke keraton Dalem Balingkang maka disusullah oleh Kang Cing We ketempat pertapaan. Sesampainya Kang Cing We ditempat pertapaan dilihat sang raja sedang berkasih-kasihan dengan seorang  wanita cantik. Melihat kejadian seperti itu maka marahlah Kang Cing We dan memaki-maki wanita tersebut yang tiada lain adalah penjelmaan dari Dewi Danuh untuk menggoda tapanya sang raja. Karena merasa dirinya dimaki-maki oleh seorang manusia atau Kang Cing We. Maka marahlah Sang Dewi tersebut secepat kilat keluar api dari dahi-Nya dan api tersebut mengejar Kang Cing We dan membakarnya. Sehingga wafatlah Kang Cing We. Dengan kematian Kang Cing We sang raja pun menjadi sedih dan berduka sehingga disudahilah tapanya. Karena sang raja sebelumnya mengaku belum mempuyai istri kepada Sang Dewi, maka Sang Dewi memutuskan sang raja mendapatkan hukuman yang setimpal, dan akhirnya sang raja bernasib sama. Atas sepeninggal beliau berdua atau sang raja dan sang permaisuri dari kerajan, maka rakyatnya pun menyusul ke tempat pertapaan, dan menemukan junjunganya sudah wafat. Rakyat Dalem Balingkang menjadi sedih dan memohon ke pada Sang Dewi untuk menghidupkan kembali kedua junjunganya. Melihat ketulusan hati permohonan rakyat Dalem Balingkang tersebut maka Sang Dewi mengabulkan permohonya tetapi dalam bentuk lingga berupa Barong Landung Lanang-Istri. Kemudian Sang Dewi memerintahkan rakyat Dalem Balingkang untuk membawa kedua lingga tersebut ke Dalem Balingkang dan diberikan anugrah bahwa kedua lingga tersebut bisa memberikan perlindungan dari alam niskala atau memerintah dari alam niskala. Sesampainya di Dalem Balingkang dibuatkanlah upacara agama.
Maharaja Sri Haji Jayapangus dengan kedua permaisurinya disebutkan juga dalam prasasti Cempaga A Ib.1-2, yaitu sebagai berikut :
Ing çaka 1103 çrawanamāsa i thi nāwami çuklapakā, ma, pa, wāraning wayangwayang, irikā diwaça ājnā pāduka çri mahārāja.
Ja Hāji Jayapangus, Hārkajalañcana, sahā rājapātnidwaya pāduka Bhtāri Çri Parameswari Indujakotana, Pāduka Çri Mahādewi Çaçangkajacihnā.
Terjemahan :
Berangka tahun 1103 Çaka dan menyebut nama raja Paduka Sri Maharaja Haji Jayapangus Harkajalancana dan kedua orang permaisurinya masing-masing bernama Paduka Bhatari Sri Prameswari Indujaketana dan Paduka Sri Mahadewi Sasangkajacihna (Atmodjo, 1975).
Cerita di atas menggambarkan bahwa pada masa pemerintahan Sri Haji Jayapangus, sudah terjadi hubungan yang erat antara Śiwa dan Buddha . Bahkan kedua tokoh  agama dimaksud sudah dijadikan penasehat kerajaan, yaitu Mpu Siwa Gandhu tokoh ajaran Śiwa dan Mpu Lim tokoh ajaran Buddha. Hubungan agama juga terlihat pada perkawinan Sri Haji Jayapangus dengan Kang Cing We. Pada akhirnya terbentuk dua unsur yang berbeda yaitu unsur purusa dan pradana atau Śiwa-Buddha.
Mitologi-mitologi yang berkembang dimasyarakat dapat memperkuat sistem kepercayaan bagi umat Hindu-Buddha . Berdasarkan pada peristiwa atau kejadian yang pernah terjadi pada jaman dahulu. Seperti halnya seorang raja yang mampu memberikan perlindungan pada rakyatnya. Sehingga setelah beliau wafat disucikan berdasarkan upacara yajña. Serta dipuja atau disungsung oleh pengikutnya, kemudian beliau disebut bhatara. Pura Dalem Balingkang adalah tempat bersthananya Ida Bhatara Dalem Balingkang atau Sri Haji Jayapagus. Beserta leluhur raja-raja di Panarajon yang pernah berkuasa di Bali. Setelah disucikan dengan upacara yajña, maka Sri Haji Jayapangus disetarakan dengan Dewa Surya atau Dewa Śiwa oleh para pemuja-Nya.
Sumber (buku/penelitian) :
Atmojo, Sukarto K., 1975.  Prasasti Cempaga. Gianyar : Lembaga Purbakala dan Peniggalan Nasional.
Darma, I Wayan, 2009. Pura Dalem Balingkang di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli (Kajian tentang Sejarah, Struktur, dan Fungsi Pura). Skripsi. Singaraja : Undiksa.
Kadi, I Nengah. 2013. Eksistensi Palinggih Ratu Ayu Mas Subandar di Pura Dalem Balingkang Desa Pakraman Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli (Perspektif Teologi Hindu). Skripsi. Denpasar : IHDN.
Ningrat, I Nengah Asrama Juta, 2010. Pemujaan Bhatara Dalem Balingkang di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli (Perspektif Multikulturalisme). Tesis. Denpasar : IHDN.
Reuter, Thomas A., 2005. Budaya dan Masyarakat di Pegunungan Bali. Terjemahan : A. Rahman Zainuddin. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
Tim Penyusun. 2006. Mengenal Pura Sad Kahyangan dan Kahyangan Jagat. Denpasar : Pustaka Bali Post.
Tim Penyusun. 2009. Purana Pura Dalem Balingkang. Denpasar : Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Informan :
Jro Kubayan Tongkok, 103 tahun (Jro Kubayan Kiwa Desa Pakraman Sukawana)
I Guru Wadri, 100 tahun (Pangelingsir Desa Pakraman Pinggan)
I Nengah Dauh , 77 tahun (Prajuru Desa Pakraman Les-Penuktukan)

Selasa, 08 Maret 2016

Seputar Gerhana Matahari Total Tahun 2016

Gerhana Matahari 
Image copyrigh
Image captionGerhana Matahari di Karibia Selatan pada 26 Februari 1998.
Gerhana Matahari Total akan melintas di 12 provinsi di Indonesia pada 9 Maret. Indonesia merupakan negara satu-satunya yang dapat menikmati Gerhana Matahari Total. Selama ini fenomena Gerhana Matahari Total seringkali dikaitkan dengan kebutaan, apakah itu benar? lalu bagaimana melihat dengan aman?

Apa itu gerhana matahari ?

Gerhana matahari merupakan peristiwa di mana posisi Bulan, Matahari dan Bumi sejajar dan berada pada garis lurus.
Saat itu Bulan akan melintas diantara Matahari dan Bumi, untuk beberapa waktu cahaya Matahari ke Bumi akan terhalang bayangan Bulan. Ketika fase total itu terjadi bulan menutupi Matahari, akan tampak corona Matahari akan tampak seperti menjulur dari pinggir bagian yang ditutupi Bulan.
Gerhana Image copyrightGetty Images
Image captionProses terjadinya gerhana Matahari Total.

Gerhana Matahari dapat dilihat di mana saja?

Gerhana matahari Total pada 9 Maret mendatang akan terjadi di Samudra Hindia dan berakhir di Lautan Pasifik dekat dengan Hawaii AS. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat menikmati gerhana Matahari Total di wilayah daratan.
Di Indonesia gerhana matahari Total akan melintasi 12 provinsi; mulai dari Sumatera Barat (Pulau Pagai Selatan), Sumatra Selatan (Palembang), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Tanjung Pandan), Kalimantan Tengah ( Palangkaraya ), Kalimantan Timur (Balikpapan), Kalimantan Barat , Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Luwu), Maluku Utara (Ternate dan Maba). Tetapi jalur totalitas gerhana tidak melalui semua kota di provinsi.
Bagi Anda di luar wilayah tersebut dapat menikmati gerhana Matahari meski tidak total yaitu Medan (77,6%), Denpasar (76.44%), Makassar (88,54%), Jayapura (73.79%). Sementara untuk Anda di Jakarta dan pulau Jawa akan menyaksikan gerhana matahari sekitar 50-60 persen.
Negara- negara di kawasan Asia Tenggara juga dapat menikmati gerhana matahari sebagian.
gerhanaImage copyrightAFP
Image captionGerhana Matahari Total terjadi di 12 provinsi di Indonesia pada 9 Maret mendatang.
GerhanaImage copyrightGetty Images
Image captionUntuk melihat gerhana Matahari membutuhkan lokasi dengan jangkauan pandangan yang luas, seperti pantai dan lapangan terbuka.
Pemantauan Gerhana Matahari membutuhkan kondisi cuaca yang cerah dan lokasi dengan jangkauan pandangan yang luas, tanpa terhalang gedung yang tinggi dan pepohonan yang lebat. Yang paling cocok adalah di lapangan terbuka dan juga di tepi pantai.

Kapan gerhana matahari mulai terjadi ?

Gerhana Matahari akan terjadi selama dua sampai tiga jam. Tetapi Gerhana Matahari mencapai fase penuh hanya selama satu setengah sampai tiga menit. Di wilayah bagian barat Indonesia gerhana mulai terjadi pagi hari, mulai pukul 06.20 WIB, dan mencapai puncak gerhana pada 07.25 WIB. Gerhana Matahari akan berakhir pada pukul 08.35 WIB.
Sementara di wilayah tengah Indonesia Gerhana Matahari Total akan terjadi pada pukul 07.25 WITA, dan wilayah timur pada 08.36 WIT.
Berapa lama gerhana matahari total terjadi? Di wilayah yang menjadi pusat jalur gerhana, fase gerhana matahari total akan terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik, dan yang paling lama yaitu di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, yaitu 3 menit 17 detik. Lalu berakhir di Samudra Pasifik dan Papua Nugini, selama 4 menit 9 detik.
Pulau Belitung
Image captionPulau Belitung merupakan salah satu lokasi yang dilintasi Gerhana Matahari Total.

Apakah cahaya matahari saat gerhana menimbulkan kebutaan?

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN, Thomas Djamaluddin, melihat gerhana matahari total dapat menimbulkan kebutaan merupakan mitos modern. Yang benar adalah cahaya Matahari sehari-hari dan ketika gerhana sama-sama berbahaya, untuk itu jangan melihat Matahari secara langsung karena dapat membahayakan mata, yaitu retina bisa rusak.
Cahaya MatahariImage copyrightAFP
Image captionCahaya matahari yang sangat terang dapat merusak retina mata.
Dan jika Anda menatap sinar matahari dengan jangka waktu yang lama akan menimbulkan kerusakan pada retina yang disebut dengan solar retinopathy. Gejalanya adalah titik-titik hitam pada pandangan mata Anda, dan itu sulit untuk dipulihkan.
Penyebabnya bisa jadi ketika fase total saat gerhana Matahari total terjadi, pupil mata membesar untuk menangkap cahaya sebanyak mungkin karena suasana yang gelap. Tetapi ketika fase total berakhir dan bulan mulai bergeser, cahaya matahari akan terang kembali dan saat itu yang membahayakan mata.

Bagaimana cara melihat Gerhana Matahari dengan aman?

Anda dapat menikmati gerhana Matahari dengan menggunakan kacamata khusus yang bisa mereduksi cahaya sampai 100.000 kali.
GerhanaImage copyrightAFP
Image captionKacamata khusus untuk melihat gerhana matahari
Selain itu proyeksi lubang jarum dapat digunakan untuk melihat gerhana Matahari total. cara membuatnya; sediakan dua kertas HVS lalu lubangi salah satunya dengan jarum. Kemudian letakkan sejajar, satu menghadap Matahari, Anda akan melihat pantulan matahari di bagian kertas yang lainnya.
Proyeksi lubang jarumImage copyrightOther
Image captionProyeksi lubang jarum
Ketika fase total terjadi, gerhana dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi hanya beberapa menit saja.
Alat lain yang dapat digunakan untuk melihat gerhana yaitu kacamata hitam atau rol film untuk foto, dan juga bekas foto rontgen serta bagian dalam disket. Tetapi perlu diingat alat-alat tersebut hanya dapat digunakan untuk melihat gerhana dengan waktu yang tidak terlalu lama.
GerhanaImage copyrightGetty Images
Image captionSeorang perempuan menggunakan bekas foto rontgen digunakan untuk melihat gerhana Matahari pada 20 Maret 2015 di Spanyol.
Disket
Image captionBagian dalam disket dapat digunakan untuk meyaksikan gerhana matahari.
Cara lain yang dapat digunakan adalah melihat pantulan matahari di dalam ember ataupun kolam.
Atau yang paling aman Anda dapat menyaksikan siaran langsung gerhana Matahari total melalui situs internet, antara lain milik Observatorium Boscha Bandung.

Apa boleh selfie ketika Gerhana Matahari Total?

Panduan untuk melihat gerhana dan berfoto selfie saat gerhana matahari sama saja, tak boleh melihat secara langsung. Ketika gerhana Matahari mencapai fase total, merupakan saat yang aman melihat secara langsung, tapi harus diingat itu hanya terjadi selama satu setengah sampai tiga menit saja.
Melihat gambar matahari di layar ponsel tidak berbahaya, yang menjadi kekhawatirannya adalah ketika orang melihat matahari dengan mata telanjang saat mengatur komposisi foto.
SelfieImage copyrightAFP

Kapan Gerhana Matahari Total terjadi lagi di Indonesia?

Gerhana Matahari Total sudah beberapa kali terjadi di wilayah Indonesia selama sebelum 2016, yaitu 24 Oktober 1995, 18 Maret 1988, 22 November 1984, dan 11 Juni 1983.
Gerhana Matahari Total akan kembali terjadi di Indonesia pada 20 April 2042 dan 12 September 2053.
Tetapi wilayah Indonesia akan dilintasi oleh Gerhana Matahari Cincin dan Total secara bersamaan pada 20 April 2023 dan 25 November 2049.

Ucapan Hari Raya Nyepi dalam Bahasa Bali

Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.

Kata ucapan hari raya nyepi dalam bahasa Bali:


Rahajeng nyanggra Rahina Nyepi wanti warsa anyar 1938.

Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa Sueca Asung Kertha Wara Nugraha.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1938 Dumogi Polih Kerahajengan lan Kerahayuan Sareng Sami.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Caka 1938. Dumogi Rahayu Sareng Sinamian tur Ngardi Jagat Shanti lan Jagaditha.

Rahajeng Nyangra Rahina Nyepi, Tahun Baru Caka 1938 Dumogi ngemolihang Rahajeng Sinamian.

RAHAJENG NYANGGRA RAHINA JAGAT ” NYEPI ” CAKA WARSA 1938. Dumogi sareng sami ngemolihan kerahayuan. OM SANTHI,SANTHI, SANTHI OM.

Om swastyastu,
ngaturang rahajeng nyepi tahun caka 1938,
Antuk ngelaksanayang catur brata penyepian dumogi ngemolihang kerahajengan lan kerahayuan,
Om shanti shanti shanti om.

Om Swastyastu,
Rahajeng nyanggra Rahina Nyepi warsa caka 1938 dumogi Ida Sanghyang Widhi Wasa mapaice kerahayuan lan kasukertan ring irage sareng sinamian,
Om Canthi, Canthi, Canthi, Om.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi Nawa Warsa Saka 1938
Ngiring sareng Sami Mlarapan Antuk Ngelaksanayang Catur Brata Penyepian..
Dumogi Rahayu…

Rahajeng rahina Suci NYEPI Tahun Caka 1938. Dumogi Rahayu sareng sami…

Rahajeng Nyanggre Rahina Nyepi tahun caka 1938 ,Dumogi Ida Sang Hyng Widhi Wasa, ngicen irage sareng sami kerahahayuan lan kerahajengan.

Rahajeng Rahina Nyepi Lan Warsa Anyar Saka 1938 & Rahajeng Ngelaksanayang Brata Penyepian, Dumogi Rahayu Lan Dirgayusa.

Rahajeng Nyanggra Rahina Nyepi lan Tahun Baru Çaka 1938 majeng sameton Hindu sareng sami. Dumogi antar ngemargiang Catur Brata Penyepian.

Demikian kumpulan kata ucapan Hari Raya Nyepi dalam Bahasa Bali, semoga bisa bermanfaat.

Senin, 15 Februari 2016

Lost Frequencies feat Janieck Devy - Reality


kadeksuarnaya.blogspot.com

"Reality Lyrics"
Lost Frequencies feat Janieck Devy


Decisions as I go, to anywhere I flow
Sometimes I believe, at times where I should know
I can fly high, I can go long
Today I got a million, tomorrow, I don't know
Decisions as I go, to anywhere I flow
Sometimes I believe, at times where I should know
I can fly high, I can go long
Today I got a million, tomorrow, I don't know

Stop crying like you're home and think about the show
We're all playing the same game, laying down alone
We're unknown and wrong, special when I come.
Hate will make you cautious, love will make you glow.
Make me feel the warm, make me feel the cold.
It's written in our story, it's written on the walls.
This is our call, we rise and we fall.
Dancin' in the moonlight, don't we have it all?

Decisions as I go, to anywhere I flow.
Sometimes I believe, a time where we should know.
I can fly high, I can go long.
Today I got a million, tomorrow, I don't know.
Make me feel the warm, make me feel the cold.
It's written in our story, it's written on the walls.
This is our call, we rise and we fall.
Dancin' in the moonlight, don't we have it all?

Songwriters
EVANS FRANCHESQUA ROXANNE CHER, FELIX SAFRAN DE LAET

Read more: Lost Frequencies - Reality Lyrics


Download Song Click Here

Just for Shared. Thanks :-)

Sabtu, 22 Agustus 2015

Ajeg Bali - Melestarikan Budaya di Bali


Pagi yang cerah di hari Minggu, 23 Agustus 2015.
Hari ini adalah awal si Radhit mengikuti Kursus Tabuh di Sanggar Mangaronce.
Sanggar yang terletak di Yangbatu, Denpasar ini diikuti oleh anak-anak dari berbagai sekolah dengan umur rata-rata dari 6 th sampai 12 th.
Sebelum mengikuti kursus tabuh ini, awalnya masih ragu..pilih kursus apa ya???
Setelah di pikir-pikir, akhirnya kursus tabuh yang menjadi pilihan. 
Di perjalanan menuju tempat kursus pun, si Radhit sempat bilang "gak usah dah les tabuh yuk pak, kita melali aja..!!! :(
Tapi, motor terus aja jalan ke tempat kursus. Dan anehnya, tiba di tempat kursus, si Radhit langsung minta gambelan. Dapatlah posisi di Jegogan untuk pertama kalinya.. YES..!
Semangat belajarnya sangat luarbiasa mengikuti arahan yang diberikan oleh Pak Guru di sanggar tersebut.
Kursus berlangsung dari jam 10.00 sampai jam 12.00 Wita. Istirahat 15 menit di pertengahan kursus. 
Dibawah ini ada foto si Radhit duduk paling pojok dengan baju berbeda dengan yang lainnya, baju warna hijau. Ssss...ssttt.... maklum.. belum daftar.. hhe..hee... :-) 





Juga ada videonya... 
Lihat ya.. semangat si Radhit memukul jegogan nya. 
Haaa..haaa..haaa... kegedean alat, orangnya jadi gak kelihatan.



Demikian perjalanan hari ini. 
Terimakasih

Kamis, 14 Mei 2015

Action Dulu Sebelum Berangkat

Siap-siap mau pergi, Si Radhit action dulu di depan kaca. Pakai minyak rambut, menyisir rambutnya agar berdiri, kerah baju di naikkan, senyum-senyum sendiri  :-) dan cresss...cresss.. semprot minyak wangi di seluruh tubuh.

Setelah semuanya beres, foto-foto dulu aah.. biar ada kenangan..!

Entah gaya apa namanya, yang penting eksis aja. :-)
Haaa...haaa...haaaa...!

Selasa, 07 April 2015

Pengamalan PANCASILA Melalui 45 Butir-Butirnya

Mengikuti perkembangan belajar anak, mau tidak mau kita harus ikut belajar seperti anak sekolah. Itulah yang terjadi ketika saya membantu anak untuk mengerjakan PR nya. Pekerjaan rumah si kecil berkaitan dengan pemahaman tentang Pancasila, Dasar Negara kita. 
Artikel berikut ini saya copas dari blog yang saya lupa alamatnya (mohon maaf :-) hiiii.... )

PENGERTIAN DAN CONTOH PENGAMALAN PANCASILA MELALUI 45 BUTIR PANCASILA

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

1.1 Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Memeluk satu agama dan menjalani kehidupan sesuai dengan norma norma agama tanpa memandang rendah pemeluk agama lain.

1.2 Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Contoh nya Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah rumah ibadah atau bentuk pelecehan lainnya karena hal itu tidak menunjukan dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

1.3 Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Menghormati dan menghargai setiap pemeluk agama, agar tercipta kerukunan hidup antar umat beragama, contohnya sebagai umat non Muslim ketika tiba waktunya bagi yang beragama Muslim untuk berpuasa, kita harus menghormatinya dengan tidak makan di tempat terbuka.

1.4 Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Walaupun berbeda beda agama tapi karena kita sebagai Bangsa Indonesia percaya akan Tuhan yang Esa maka kita harus hidup dengan rukun dengan semua pemeluk agama, contohnya ketika umta Kristiani sedang mengadakan acara acara besar keagamaan nya, seperti Natal dan Paskah, kita sebagai umat non Kristiani bisa turut serta dalam membantu terlaksananya sacara keagamaan tersebut, seperti turut serta membantu keamanan sekitar lingkungan gereja dan sebagainya.

1.5 Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang
menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Artinya setiap umat manusia berhak dan bebas memilih agama yang akan dipeluknya contohnya
seseorang bebas memilih agama yang dianut karena menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, apakah agama itu Islam, Katholik, Kristen Hindu atau Budha.

1.6 Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
Menghormati setiap pemeluk agama yang sedang menjalankan ibadahnya atau dengan kata lain tidak mengganggu pemeluk agama lain yang sedang beribadah, contohnya tidak membuat kegaduhan atau keributan saat saat seseorang sedang melakukan ibadah.

1.7 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
Tidak harus karena seseorang berada di dalam mayoritas agama tertentu berati orang tersebut harus memeluk agama yang sama dengan yang lainnya, karena agama atau kepercayaan bukanlah satu paksaan.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

2.1 Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Contoh nya dengan Menentang keras human trafficking atau perdagangan manusia.

2.2 Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
Keberagaman suku bangsa yang ada di Indonesia tidak menjadikan hak yang dimiliki oleh suatu suku atau agama tertentu berbeda dengan suku atau agama yang lainnya seperti salah satu contohnya adalah tiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjadi PNS atau jenjang karirnya setelah menjadi PNS tanpa memandang suku, agama, ras atau yang lainnya melainkan kinerja kerja dari tiap individu tersebut.

2.3 Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
Artinya setiap manusia dilarang saling menyakiti , harus bisa saling menghargai perbedaan yang ada agar tercipta kerukunan, jika hal ini dilakukan tidak akan tercipta keributan perang perang saudara, atau perang antar suku yang masih suka terjadi di Indonesia.

2.4 Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
Mau berbaur dengan yag lainnya memupuk sikap tenggan rasa, dengan mengikiti kerja bakti RT sudah termaksud pengamalan dari butir sila kedua ini.

2.5 Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
Contohnya ketika kita menjadi seorang atasan, walaupun kita memiliki jabatan yang lebih tinggi, kita tidak boleh menginjak injak bawahan kita mungkin dengan hinaan, atau tindakan yang kurang ber peri kemanusiaan.

2.6 Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Hidup dengan norma norma kemanusiaan, saling menghargai, menhormati dan tidak memmandang perbedaan, suku ras agama termaksud perbuatan menjunjung nilai kemanusiaan.

2.7 Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Contohnya melakukan kegiatan, atau acara acara bakti sosial, memberikan bantuan kepada panti panti asuhan sebagai bentuk kemanusiaan peduli akan sesama.

2.8 Berani membela kebenaran dan keadilan.
Dengan tidak menutup nutupi sutau tindak kejahatan misalnya, ketika kita tahu seorang bertindak kejahatan kita siap untuk menjasi saksi dipengadilan, hal ini sudah dapat diartikan sebagai membela kebenaran dan keadilan.

2.9 Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
Artinya rasa kemanusiaan harus tumbuh di dalam diri sendiri juga, jangan terus mau menjadi bangsa yang dijajah, kita harus merasa bahwa kita Bangsa Indonesia adalah manusia ciptaan Tuhan sama seperti yang lainnya, kita manusia seperti yanglainnya, kita Bangsa Indonesia, kita harus bisa berbuat sesuatu untuk Dunia. Dengan memiliki prestasi dalam bidangnya kita telah menunjukan bahwa kita bangsa Indonesia adalah bagian dari seluruh umat manusia.

2.10 Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk tetap hidup, karena itu sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat bekerjasama dengan bangsa lain, salah satu contohnya nya dengan tergabungnya Indonesia dalam organisasi PBB dan menjalin hubungan diplomatik dengan negara negara lain.

3. Persatuan Indonesia

3.1 Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Ada pribahasa lebih baik hujan batu di negri sendiri dari pada hujan emas di negri tetangga, artinya walaupun di negri kita memiliki banyak masalah tidak seharusnya kita pindah menjadi warga negara lain karena kita melihat di negara lain tampaknya dengan kemampuan yang kita miliki kita dapat hidup lebih layak dibanding di negara sendiri, mestinya kita harus lebih menyikapi hal dengan berbuat sesuatu demi Indonesia dengan apa yang kita punya bukan malah meninggalkannya.

3.2 Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
Contohnya yang sering kita lihat dilakukan oleh angkatan bersenjata kita, mereka rela ditempatkan di daerah daerah sengketa seperti dulu di aceh saat masih terjadi pemberontakan oleh GAM yang mengancam keutuhan negara.

3.3 Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
Jangan selalu menggunakan produk asing dan trebd atau gaya dari luar, kita harus lebih bangga dengan apa yang negara ini miliki contohnya seperti mengenakan batik dan belajar tari tarian daerah.

3.4 Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
Mencintai tanah air, bangga menjadi bangsa Indonesia, indonesia sangat kaya dan terkenal dengan keindahan alamnya, untuk itu kita harus menjaga keletarian bumi Indonesia ini dengan menjaga kebersihan, tidak melakukan pembalakan liar dan sebagainya.

3.5 Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Contohnya dengan menjadi relawan PBB yang siap dikirim keluar untuk menjaga perdamaian dunia.

3.6 Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Dengan tidak membedakan seorang dari suku ras dan agamanya.

3.7 Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Mau bergaul dengan setiap kalangan tanpa memandang dari suku atau agama apa sehingga tercipta persatuan.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan

4.1 Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
Contohnya semua orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan serta pekerjaan.

4.2 Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
Hal ini bisa dilakukan dengan tidak melakukan “suap” untuk terpenuhinya kehendak diri sendiri.

4.3 Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
Mengambil keputusan dengan musyawarah yang bermanfaat untuk kepentingan bersama, baru baru ini sering dilakukan Studi Banding oleh anggota DPR/MPR ke luar negri yang menghabiskan dana milyaran semestinya demi kepentingan bersama dana ini dapat dimanfaatkan untuk bidang pendidikan atau kesehatan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh rakyat dibanding dengan studi banding ke luar negri yang tidak jelas.

4.4 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.

Musyawarah untuk mencapai mufakat sering dilakukan dalam tiap rapat di DPR/MPR namun sering terjadinya cekcok atau perang kata kata dalam rapat ini adalah satu bentuk tidak adanya semangat kekeluargaan dalam musyawarah, seharusnya dalam musyawarah harus lebih bisa menghargai pendapat pendapat yang ada.

4.5 Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
Menerima keputusan atau hasil akhir yang diambil dari musyawarah walaupun mungkin berbeda dengan pendapat kita.

4.6 Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
Setelah keputusan dari musyawarah diambil maka dengan ikhlas hati kita harus menjalakan hasil keputusan tersebut.

4.7 Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.

4.8 Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

4.9 Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.

4.10 Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
Mempercayakan permusyawaratan untuk kepentingan bersama pada para wakil rakyat atau anggota dewan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

5.1 Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Agar terciptanya keadilan harus didorong dari suasan kekeluargaan, suasana ini dapat tercipta dengan rasa saling menghargai antar sesama.

5.2 Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
Keadilan dalam hukum bisa dilahat dalam hal ini, ketika penahat kecil pun mendapat hukuman penjara dari pengadilan bagaimana dengan para koruptor, mestinya mereka juga mendapatkan hukuman yang setimpal dari hukum yang berlaku.

5.3 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Sebagai bangsa Indonesia kita jangan hanya menuntut hak tetapi harus lebih menaati peratura dan kewajiban kita, contohnya saat kita berkendara kita berhak mendapatkan kenyamanan di jalan tetapi kita juga wajib menaati peraturan yang berlaku dijalan.

5.4 Menghormati hak orang lain.

5.5 Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
Memberi bantuan usaha mandiri contohnya.

5.6 Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
Seperti contohnya menjadi tuan tanah yang melakukan pemerasan dengan mengenakan biaya sewa tanah yang tinggi untuk para penggarap sawah tanpa memperhatikan kesejahteraan para penggarap.

5.7 Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.

5.8 Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
Membangun pabrik pabrik industri di perkampungan yang limbahnya mengalir keperkampungan tersebut sehinga merugikan warga sekitarnya.
5.9 Suka bekerja keras.

5.10 Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Tidak melakukan pembajakan baik karya tulis, maupun karya seni berupa gambar ataupun musik.

5.11 Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Semoga bermanfaat..! :-)