Jumat, 22 Juni 2018

Lyric Let It Go (Disney's Frozen) Cover by Luciana Zogbi



Let It Go (Disney's Frozen) Cover by Luciana Zogbi

[Verse 1]
The snow glows white on the mountain tonight
Not a footprint to be seen
A kingdom of isolation
And it looks like I'm the queen
The wind is howling like this swirling storm inside
Couldn't keep it in, Heaven knows I've tried

[Pre-Chorus 1]
Don't let them in, don't let them see
Be the good girl you always have to be
Conceal, don't feel, don't let them know
Well, now they know!

[Chorus 1]
Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn my back and slam the door!
I don't care what they're going to say
Let the storm rage on
The cold never bothered me anyway

[Verse 2]
It's funny how some distance
Makes everything seem small
And the fears that once controlled me
Can't get to me at all!

[Pre-Chorus 2]
It's time to see what I can do
To test the limits and break through
No right, no wrong, no rules for me
I'm free!

[Chorus 2]
Let it go, let it go
I'm one with the wind and sky
Let it go, let it go
You'll never see me cry
Here I stand, and here I'll stay
Let the storm rage on!

[Bridge]
My power flurries through the air into the ground
My soul is spiraling in frozen fractals all around
And one thought crystallizes like an icy blast
I'm never going back, the past is in the past!

[Chorus 3]
Let it go, let it go
And I'll rise like the break of dawn
Let it go, let it go
That perfect girl is gone
Here I stand in the light of day
Let the storm rage on!
The cold never bothered me anyway



Translate Indonesia:

Let It Go (Disney's Frozen) Cover oleh Luciana Zogbi

[Ayat 1]
Salju bersinar putih di gunung malam ini
Bukan jejak untuk dilihat
Sebuah kerajaan isolasi
Dan sepertinya aku ratu
Angin bertiup seperti badai berputar-putar di dalam
Tidak bisa menyimpannya, Surga tahu saya sudah mencoba

[Pre-Chorus 1]
Jangan biarkan mereka masuk, jangan biarkan mereka melihat
Jadilah gadis yang baik yang selalu harus Anda lakukan
Menyembunyikan, jangan merasa, jangan biarkan mereka tahu
Nah, sekarang mereka tahu!

[Chorus 1]
Biarkan saja, biarkan saja
Tidak bisa menahannya lagi
Biarkan saja, biarkan saja
Putar punggungku dan banting pintu!
Saya tidak peduli apa yang akan mereka katakan
Biarkan badai mengamuk
Dingin tidak pernah mengganggu ku lagi

[Ayat 2]
Ini lucu, seberapa jauh
Membuat semuanya tampak kecil
Dan ketakutan yang pernah mengendalikan saya
Tidak bisa mendapatkan saya sama sekali!

[Pre-Chorus 2]
Saatnya untuk melihat apa yang bisa saya lakukan
Untuk menguji batas dan menerobos
Tidak benar, tidak salah, tidak ada aturan untuk saya
Saya bebas!

[Chorus 2]
Biarkan saja, biarkan saja
Aku satu dengan angin dan langit
Biarkan saja, biarkan saja
Anda tidak akan pernah melihat saya menangis
Di sini saya berdiri, dan di sini saya akan tinggal
Biarkan badai mengamuk!

[Jembatan]
Kekuatanku mengalir melalui udara ke tanah
Jiwaku berputar-putar di fraktal beku di sekitar
Dan satu pikiran mengkristal seperti ledakan es
Aku tidak akan pernah kembali, masa lalu sudah berlalu!

[Paduan Suara 3]
Biarkan saja, biarkan saja
Dan aku akan bangun seperti fajar
Biarkan saja, biarkan saja
Gadis yang sempurna itu hilang
Di sini saya berdiri dalam terang hari
Biarkan badai mengamuk!
Dingin tidak pernah mengganggu ku lagi

Terimakasih



Kamis, 21 Juni 2018

Ngelawang Itu Pengeruwat Jagat, Bukan “Ngamen”

Ngelawang sudah menjadi budaya secara turun temurun. Namun keberadaannya saat ini mulai bergeser. Jika dulu ritual ngelawang, jelas dengan tujuan menetralisir aura negatif atau pengeruwat jagat. Saat ini sekaa ngelawang, bak orang ngamen. Banyak yang ngelawang namun kering makna.
 
NGELAWANG: Sekelompok anak melakukan tradisi ngelawang. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)
Menurut Pengamat Budaya Prof Made Bandem, Ngelawang adalah suatu tradisi yang pementasan keliling desa yang jika dilihat dari idiologinya, ngelawang berkaitan erat dengan ritual Agama Hindu. “Secara filosofis, ngelawang bertujuan untuk menetralisir kekuatan bhuta agar menjelma kekuatan dewa. Barong merupakan simbol kekuatan dewa yang hendak menyucikan dunia,” jelas mantan Rektor STSI Denpasar (ISI Denpasar) ini.

Adapun jadwal dari Ngelawang ini adalah pada hari Raya Galungan (Buda Kliwon Dunggulan) hingga Buda Kliwon Pahang. Kenapa ngelawang dilakukan pada rentang waktu tersebut? Bandem mengatakan ngelawang harus dilakukan pada rentang waktu tersebut, karena pada rentang waktu tersebut masyarakat Bali dikenal sebagai hari Rahinan Jagat (Hari Raya untuk bumi), sehingga harus dilakukan perayaan yang diisi dengan beragam kegiatan, seperti hiburan dan ritual keagamaan.

Karena akan dilakukan upacara besar, maka harus dilakukan penyucian bumi dari bhuta kala yang memiliki sifat negatif tersebut dengan melakukan penyucian yang dilakukan oleh Barong yang merupakan manifestasi dari Tuhan dalam bentuk kebendaan yang sudah dipasupati atau disucikan.

Sehingga sarana yang digunakan untuk ngelawang seperti barong, tapel dan gambelan dapat memiliki kekuatan spiritual sehingga dapat berfungsi sebagai pengeruwat jagat. Simbulnya adalah dengan melakukan kirab berbagai barong yang dimiliki Desa Adat yang ada di Bali seperti Barong Macan, Barong Bangkung, Barong Kedingkling, Wayang Wong dan lain sebagainya. “Barong ini bisa disesuaikan dengan kepercayaan yang ada di desa adat tersebut, seperti barong Menjangan, Barong Kedingkling yang berfungsi sebagai simbol pengusir Butha Kala,” lanjut Bandem.

Sementara jika dilihat idiologinya, ngelawang harus berpatokan pada Siwam, Satyam dan Sundaram. Yang artinya kesucian, Etika dan Keindahan. Sehingga dalam penampilannya, ngelawang harus memiliki keindahan baik dari segi gerak tarian dan keindahan ritme dari tetabuhan yang digunakannya, etika pementasan dan kesucian property yang digunakan untuk ngelawang.

Pada waktu kirab ini, Barong yang ngelawang memang bisa diberikan sesajen sebagai wujud syukur masyarakat. Sehingga lungsuran dari prani tersebut bisa dinikmati oleh orang yang mementaskan barong. “Hal itu wajar, karena penari ini dizinkan untuk menikmati lungsuran dari persembahan tersebut,” tambah Bandem.

Seiring dengan perkembangannya, tradisi memberikan sesajen kepada barong sudah tidak dilakukan lagi saat ini, karena fenomena ngelawang saat ini layaknya mengamen atau nari kemudian ambil uang. Karena ngelawang diberikan upah berupa uang dan atraksi ngelawang saat ini tidak melibatkan barong yang sudah dipasupati, tetapi dilakukan oleh kelompok anak-anak yang dengan barong biasa.

Terkait fenomena tersebut, Bandem mengakui jika fenomena tersebut memang ada, terkait fenomena ini, Bandem mengaku jika hal tersebut perlu dilakukan pengaturan kembali. “Karena jika sudah ngelawang bertujuan untuk mendapatkan upah, maka sudah tidak sesuai dengan filosofi dari ngelawang itu, maka diperlukan pengaturan dan penertiban,” paparnya.

Hal ini dikatakannya karena ngelawang tidak boleh dilakukan setiap hari dan sepanjang tahun. Karena ngelawang itu harus ada artistik integritas, bagaimana barong itu bisa menari dengan baik, mulai dari tariannya, lakonnya, gambelannya yang bagus. “Jangan kemudian ngelawang menjadi akses untuk semata, itu sudah menyalahi idiologi dari ngelawang, maka diperlukan pengaturan yang lebih baik lagi,” harapnya.

Tentang Ritual Ngelawang:

1.     Ngelawang untuk pengeruwat bumi

2.     Dipentaskan Galungan hingga Buda Kliwon Pahang

3.     Tidak bisa dilakukan sepanjang hari

4.     Ngelawang bukan ngamen

5.     Diadopsi dari atrasi sirkus China pada abad ke VII-abad ke X

(bx/gek/bay/yes/JPR)


Sumber:
https://radar.jawapos.com/baliexpress/read/2018/06/10/80413/ngelawang-itu-pengeruwat-jagat-bukan-ngamen-ini-penjelasannya

Jumat, 18 Mei 2018

Datangnya-Sang-Kala-Tiga-Saat-Galungan

Galungan merupakan bentuk peringatan kemenangan Dharma melawan Adharma. Pustaka-pustaka mengajarkan bahwa sejak hari Minggu sebelum Hari Raya Galungan, kita didatangai oleh Sang Kala Tiga sebagai simbol keburukan.

Sang Kala Tiga ialah Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan, dan Sang Bhuta Amangkurat. Mereka adalah simbul angkara (tidak suci). Jadi, dalam rangkaian Hari Raya Galungan, umat berperang, bukanlah melawan musuh berbentuk fisik, tetapi kalakeletehan dan adharma. Berjuang, berperang antara dharma untuk mengalahkan adharma.

Tiga kekuatan buruk yang datang saat rangkaian Galungan akan mengganggu secara bergantian.

1. Hari pertama = Sang Bhuta Galungan.
Galungan berarti berperang/ bertempur. Berdasarkan ini, boleh kita artikan bahwa pada hari Minggu (tiga hari sebelum Galungan) kita baru kedatangan bhuta (kala) yang menyerang (kita baru sekedar diserang).

2. Hari kedua = Sang Bhuta Dungulan.
Ia mengunjungi kita pada hari Senin Dungulan keesokan harinya. Kata Dungulan berarti menundukkan/ mengalahkan.

3. Hari ketiga = Sang Bhuta Amangkurat
Hari Anggara Wage Dungulan kita dijelang oleh Sang Bhuta Amangkurat. Amangkurat sama dengan menguasai dunia. Dimaksudkan menguasai dunia besar (Bhuwana Agung), dan dunia kecil ialah badan kita sendiri (Bhuwana Alit).

Meneguhkan Hati

Kepercayaan akan kedatangan Sang Kala Tiga ini merupakan sebuah peringatan untuk umat Hindu agar selalu meneguhkan hati. Apabila kita biarkan kekuatan buruk yang menang, maka dunia ini akan menjadi rusak.

Menurut Pustaka (lontar) Djayakasunu, pada hari Galungan itu Ida Sanghyang Widhi menurunkan anugrah berupa kekuatan iman, dan kesucian batin untuk memenangkan dharma melawan adharma. Menghilangkan kekuatan buruk pun dipercaya harus dimulai dari hati masing-masing orang.

SEPULUH SIKAP HIDUP BAHAGIA

SEPULUH SIKAP HIDUP BAHAGIA
Oleh : Mahatma Gandhi

1. Lepaskanlah rasa kuatir dan ketakutan
Ketakutan dan kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi. Kebanyakan hal-hal yang kamu kuatirkan dan takutkan tak pernah terjadi!  It's all only in your mind.

2. Buanglah dendam
Dendam dan amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri kamu dan hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA. BUANGLAH!!

3. Berhentilah mengeluh
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini. Secara tak sadar kamu membawa-bawa beban negatif.

4. Bila ada masalah, selesaikan satu per satu
Hanya inilah cara menangani setiap : Satu demi satu.

5. Tidurlah dengan nyenyak
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tidak sehat. Biasakanlah tidur dengan nyaman.

6. Jauhi urusan orang lain
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah pada saat ini, bukan masa lalu
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung pada nya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang kamu miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok.
BE TOTALLY PRESENT

8. Jadilah pendengar yang baik
Saat menjadi pendengar, kamu belajar dan mendapatkan ide-ide baru yang berbeda dari orang lain.

9. Berpikirlah positif
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif.
Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.

10. Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa kamu pada hal-hal besar
Sekecil apapun karunia yang kamu terima,
akan menghasilkan hal-hal besar dan selalu membawa Kebahagian saat kita pandai Bersyukur...

Kamis, 10 Mei 2018

Tanya Jawab Pelaksanaan Tri Sandhya



Om Swastiastu, 
Posting kali ini adalah tentang tanya jawab seputar pelaksanaan dan tata cara melakukan Tri Sandhya

QUESTION:

1. Apa dasar pelaksanaan Tri Sandhya itu? Apakah langsung dari Weda, lontar, atau apapun itu yang tersurat atau tersirat mohon diinformasikan. Dan disampaikan juga kepada saya sumber yang menyatakan untuk melaksanakan Tri Sandhya tersebut.

2. Waktu Pelaksanaan Tri Sandhya sebaiknya jam berapa saja?

3. Tata cara pelaksanaan Tri Sandhya? Apakah setiap saya akan Tri Sandhya harus mandi dulu. Bagaimana “wudu” sebelum Tri Sandhya? Bagaimana pakaian yang dianjurkan? Apakah harus menggunakan “senteng”?

4. Bagaimana jika saya berada di Kantor, di mana saya harus melaksanakan Tri Sandhya? Kalo di rumah, Tri Sandhya dilakukan di mana sebaiknya: Kamar Tidur (di atas tempat tidur), kamar suci tersendiri, di Merajan, Depan Plangkiran.

5. Apakah wajib pake dupa?

6. Seandainya saya tidak melaksanakan Tri Sandhya pada siang hari, apakah bisa dirapel pada sore harinya?


ANSWER:

1. Puja Trisandya disusun di Bali pasca G-30-S (1967) oleh beberapa tokoh/ pemuka agama antara lain:

I Gst Bagus Sugriwa (alm)
Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (alm)
Prof. Dr. I Gusti Ngurah Bagus (alm)
I Ketut Bangbang Gde Rawi (alm)

dengan mengambil sumber dari: Gayatri Mantram (bait 1), Narayana Upanisad (bait 2), Weda Parikrama (bait 3,4), dan Lontar Siwa Tattwa Purana (bait 5,6).

Oleh karena berbentuk campuran antara beberapa mantram Weda dan Wedangga, maka disebut “Puja”.

Puja Trisandya dianjurkan ke masyarakat untuk meningkatkan srada yang ketika itu sedang porak-poranda oleh gerakan komunis. Maka mulailah didengungkan ke sekolah-sekolah, Pura, dll. Kini sudah memasyarakat.

2. Tidak ada ketentuan jam, hanya berdasarkan “dauh” yakni, pagi: antara jam 05.30 – jam 6.30, siang: 11.30 – 12.30, malam: 17.30 – 18.30

3. Tata cara pelaksanaan Tri Sandhya

Cuci kaki, tangan, muka, kumur-kumur, dengan mantram-mantram (lihat website saya: Doa Sehari-hari Menurut Hindu).

Kalau di rumah/ Pura berpakaian adat (untuk etnis Bali), kalau di tempat lain, menurut keadaan.

4. Di Kantor, cari tempat yang tenang. Sedang di perjalanan, sikap duduk biasa, ucapkan dalam hati atau kalau mungkin boleh bersuara

5. Kalau memungkinkan bagus, kalau tidak nggak apa-apa tanpa dupa

6. Boleh. Keleluasaan itu mungkin mengherankan dan berbeda menurut ajaran agama lain. Ini karena Hindu bukanlah “agama doktrin” tetapi Hindu itu agama yang sangat toleran dan fleksibel.

Om Santih, Santih, Santih, Om


Minggu, 06 Mei 2018

Bayi Rentan Diganggu Makhluk Halus, Ini Alasan dan Solusinya


NASI WONG-WONGAN : Segehan dengan nasi kepelan dan wong-wongan bisa diletakkan di bawah tempat tidur si bayi, untuk menangkal gangguan ilmu hitam atau makhluk halus. (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

BALI EXPRESS, DENPASAR - Menjaga bayi adalah pekerjaan yang gampang-gampang sulit. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran dan ketelatenan. Meski demikian, terkadang sebagai pengasuh, terutama orang tua, bisa saja mengalami hal yang membingungkan. Misalnya bayi tiba-tiba menangis tak wajar pada jam-jam tertentu, khususnya tengah malam. Ketika dicek secara medis, ternyata si bayi sehat walafiat. Namun, tetap saja setiap malam si bayi menangis tidak karuan, seperti ketakutan. Bagaimana cara menangkalnya?

Sebagai masyarakat nusantara, khususnya Bali, fenomena semacam itu tak jarang dialami keluarga yang baru dikaruniai seorang anak. Oleh karena itu, bayi orang Bali diperlakukan dengan sangat ketat, terutama dari segi ritual. Perlakuan bayi, ari-ari, dan sang ibu yang baru melahirkan, sangat spesial.

Salah satu akademisi Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Dr. I Made Adi Surya Pradnya atau yang populer dengan nama Jro Dalang Nabe Roby, tak menampik ada kepercayaan masyarakat Bali terhadap fenomena gaib yang terjadi pada bayi. Masyarakat Bali yang lekat dengan budaya religius magis, kata dia, percaya jika bayi rawan diganggu oleh makhluk halus atau orang yang mengamalkan ilmu hitam.

"Dalam Kanda Pat Rare, bayi disebut orang yang masih suci. Jadi, orang yang masih suci menjadi 'makanan empuk' dari orang-orang yang mengamalkan ilmu gaib secara negatif," ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (30/5/2017) lalu.

sumber: https://www.jawapos.com/baliexpress/read/2018/03/18/57912/bayi-rentan-diganggu-makhluk-halus-ini-alasan-dan-solusinya

Jumat, 09 Maret 2018

Inspirasi Pagi dari Bapak TDW

Pagi-pagi cek email masuk, saya mendapatkan inspirasi luarbiasa dari Bapak Tung Desem Waringin.
Terimakasih pak.


Halo... Dek
Pagi tadi saya menerima pesan seperti ini. Mungkin Dek juga pernah menerima nya ya.
Selamat PaGi 😇😇
Semangat....
Sehat....
Rejeki Melimpah..
KESEHATAN NO 1....
Kaya itu Penting.... Namun SEHAT itu Jauh Lebih Penting..
Dan....SEHAT Adalah.... Keuntungan Terbesar..
Resep Hidup Sehat dan Panjang Umur....
1) Jaga makanan ; 2) Tidur/istirahat yang cukup
3) Banyak minum air putih hangat ; 4) Banyak-banyak jalan kaki.
Hidup ini Indah
1) Selalu saja berSyukur.. ; 2) Hiduplah dengan Sederhana saja..
3) Maka anda akan Bahagia/Gembira..
4) Bilamana anda Bahagia/Gembira.... Anda Pasti Sehat..
5) Damai.. ; 6) Sejahtera
Lalu, saya mendapatkan kiriman komentar juga dari Pak Tung, yang bikin saya mikir lagi dan berkata "Iyaa..yaa...emg seperti ini harusnya"
Setuju, Sehat Lebih Penting dari Kaya?
Namun tulisan di atas bisa disalah artikan. Membuat orang tidak semangat jadi kaya. Padahal ybs juga tidak jaga2 amir... kesehatannya. 😁 Parah donk... sudah tidak kaya..., sakit2an lagi....
Apalagi anjuran utk hidup sederhana... (bener sih)... Namun komplit dah orang bisa lebih lagi salah mengartikannya....
Karena orang bisa mengartikan "Sudah lah tidak perlu bekerja cerdas dan keras lagi. Kan hidup sederhana saja" . Padahal ketika ada anak atau ortu sakit perlu biaya.., orang tersebut tidak mampu membiayai. Sungguh menyedihkan, ya Dek?
Juga kita tidak bisa menghakimi orang. Krn hidup sederhana itu relatif bagi satu orang dg orang yg lain. Bagi seseorang dia pakai Tas Rp. 10 juta sdh hidup sangat sederhana. Krn sebetulnya pasif incomenya mampu utk beli tas Rp. 1.9 Milyar. Namun bagi orang yg lain Tas Rp. 10 juta sudah bukan sederhana lagi. Krn ybs tidak punya pasif income, sedang aktif incomenya hanya Rp. 2 juta sebulan. emmm... iya kah?
Tentu wajib sebelum punya pasif income kita hidup sederhana. Agar bisa menyisihkan utk membuat pasif income.
Kalau pasif income sudah lebih besar dari gaya hidup. Sebetulnya walau orang nya gaya hidupnya mewah. Dia hidup sederhana lho. Yg tidak sederhana adalah bila dia sebenarnya belum punya pasif income, terus maksa gaya hidup yg lebih dari pasif income. Apalagi maksa lebih besar dari seluruh incomenya... repot deh...
Menurut hukum Fisika, hukum Alam Ciptaan Tuhan : Gaya berbanding lurus dg Tekanan. Maka bila Hidup anda Banyak Tekanan. Berarti anda kebanyakan Gaya... 🤔 Atau bila masa tua nya banyak tekanan secara ekonomi bisa jadi masa mudanya kebanyakan gaya.
Bila ingin bergaya tanpa tekanan maka harus menyiapkan Pasif Income lebih besar dari gaya hidup terlebih dulu. Maka, kalau bisa pakai "DAN" ya. Jadi PANJANG UMUR, SEHAT DAN KAYA DAN BAHAGIA DAN Punya banyak pasif income dan Capital gain.. 
Ini Baru Dahsyat!!!